Jejak Langkah Guru Desa
Jejak Langkah Guru Desa
Mohamad
Tofan Hanib, M.Pd
“Middle School Teacher Training And Career Development Program
For Developing Countries 2016, RRC”
Belajar keluar negeri dengan program
beasiswa? Mungkinkah? Atau itu hanya sekedar
mimpi dan harapan belaka. Seorang guru desa yang bukan siapa-siapa dan secara
akal tidak mungkin bisa belajar keluar negeri. Hanya mimpi, harapan dan
keinginan besar untuk selalu ingin belajar, mencari ilmu dan pengalaman yang
baru.
Teringat kembali pada beberapa tahun
silam, pesan salah satu guru SMA yang begitu dekat dengan saya. Bawaannya jadi
baper dan mata ini berkaca-kaca kalau ingat kata-kata beliau, hehe.. dan karena
beliaulah juga yang menjadi motivasi dan inspirasi saya. Beliau pernah berkata
dan berpesan “Bermimpilah selagi kamu bisa karena mimpi itu harapan, harapan
itu ada selagi manusia itu berikhtiar dan berdoa”. Sejak kecil saya bermimpi
untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri dan naik pesawat terbang.
Saat ini, sehari-harinya saya menjalani profesi
sebagai guru sejak tahun 2003 di SMAN 1 Torjun yang letaknya di sebuah desa
tepatnya desa Torjun berada 7 km dari kota Sampang. So, bangga dan bersyukur
pastinya dengan profesi yang saya tekuni saat ini. berada ditengah-tengah anak
didik yang luar biasa. Anak-anak desa yang punya semangat dan cita-cita tinggi
untuk menjadi orang sukses. Hal ini salah satunya menjadi pendorong saya untuk
selalu menikmati dan mensyukuri setiap waktu.
Seiring dengan bergulirnya waktu, sampai
akhirnya pada tahun 2014. Tepatnya bulan April, saya mendapatkan beasiswa S-2
dari Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tentunya pencapaian
terbesar saya selama hidup. Dengan
proses seleksi yang ketat, akhirnya lolos dan menjadi mahasiswa S-2
Program Beasiswa Pemprov Jatim di Universitas Negeri Malang. Salah satu
programnya yang harus diikuti yaitu short
course di luar negeri.
Keluar negeri? Gratis?? Woww.. amazing..
mimpi saya dari dulu yang akhirnya bisa terwujud…. Bisa keluar negeri, menimba
ilmu di negeri orang. Jalan-jalan gratis sekaligus mempelajari budayanya. Paket
komplit. Pastinya, tidak semua orang bisa dan mendapatkan kesempatan emas. Kesempatan
ini tidak akan pernah disia-disiakan. Bodoh sekali bagi orang yang
menyia-nyiakan dan tidak mensyukurinya.
Alhamdullilah… mungkin kata itu yang
tidak henti-hentinya selalu dipanjatkan. Mimpi jalan-jalan keluar negeri dan
naik pesawat terbang akhirnya terwujud. Kadang-kadang masih tidak percaya
dengan apa yang saya dapatkan sekarang. Antara mimpi dan kenyataan. “Apakah
saya masih belum terbangun dari mimpi atau memang ini benar-benar nyata”. Benar
apa yang pernah disampaikan guru saya waktu SMA. Buatlah mimpi-mimpi yang
besar, dengan niat yang sungguh-sungguh, ikhtiar, dan disiplin disertai keberkahan
doa orangtua akan mampu mewujudkan mimpi-mimpi kita.
Mendapatkan kesempatan belajar sekaligus
jalan-jalan bonusnya ke negeri Tirai Bambu, tepatnya di Kota Nanjing, Provinsi
Jiangsu, RRC. Belajar dalam rangkaian studi S-2 melalui kegiatan “Middle School Teacher Training and Career
Development Program for Developing Countries 2016”. Saya bersama rombongan
40 orang guru terdiri dari 20 guru biologi dan 20 guru kimia se Jawa Timur yang
mengikuti program short course
memperdalam keilmuan biologi, kimia dan kependidikan selama 1 bulan. Program
dimulai tanggal 14 Mei dan berakhir
tanggal 14 Juni 2016.
Tiba saatnya pada hari itu, tanggal 14
Mei 2016 tepatnya jam 19.30 waktu China. Hari yang bersejarah bagi saya.
Menginjakkan kaki pertama kalinya di negeri orang. Jujur, seumur-umur belum
pernah merasakan perjalanan dengan pesawat terbang, bahkan langsung merasakan
sensasi naik pesawat terbang Cathay Pasific merupakan salah satu maskapai
terbaik internasional yang dimiliki oleh Hongkong. Excited…, kagum sekaligus senang. Pesawat besar dengan kabin yang
luas dan pelayanan yang super prima. Kita selalu dimanjakan dengan pelayanan
pramugari yang sangat ramah dan berpenampilan menarik, sajian makanan dan
minuman yang ditawarkan setiap saat.
Beberapa hari pertama, merupakan hari
yang berat bagi saya berada di China yang notabene berbeda jauh kehidupan
masyarakatnya dengan di Indonesia. Butuh penyesuaian secara perlahan-lahan
namun pasti. “slow but sure..”, untuk mengenali bagaimana perilaku sosial-budaya
di China. Mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Mana yang pantas dan tidak
pantas. Tapi hal itu tidak menjadi halangan
dan kendala bagi saya untuk bisa beradaptasi dengan baik, dengan tekad
semangat juang 45, saya bisa melalui dengan baik bahkan belajar banyak hal
positif di China dan menginspirasi saya setelah kembali ke Indonesia. Salah
satunya, bagaimana perilaku masyarakat China dalam menjaga pola hidup sehat dan
panjang umur.
Perilaku hidup sehat di China ada
perbedaan dengan perilaku hidup sehat orang-orang di Indonesia. Pola makan
seseorang yang umumnya cenderung “karbo berlebih”. Bahkan didaerah saya, ada
anggapan bahwa seseorang tidak makan apabila tidak mengkonsumsi nasi. Apabila yang
dikonsumsi hanya roti maka itu hanya sekedar ngemil, dikatakan tidak sedang
makan. Begitu juga dengan konsumsi minuman, kadang-kadang kalau tidak manis
rasanya ada sesuatu yang kurang.
Di china, jarang sekali ditemui
orang-orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan ketika usia
mereka sudah tidak produktif, cara makan yang baik mereka terapkan dengan
banyak makan beraneka jenis sayur, ikan dan daging serta buah. Mereka menghindari minuman yang manis,
dingin dan bersoda. Hal ini, saya alami
langsung saat jamuan makan pada acara-acara tertentu seperti farewall party. Setiap jamuan pasti ada
teh herbal yang dihidangkan. Teh yang saya minum terasa hambar dan tidak
mengandung gula. Berbeda dengan teh yang dikonsumsi di Indonesia, umumnya manis
dan mengandung gula.
Masyarakat
kita juga bisa mencontohnya supaya kelebihan berat badan tidak menghinggapi
ketika usia kita sudah tidak muda lagi sehingga resiko terkena penyakit seperti
diabetes dan jantung dapat kita minimalkan dengan pola hidup yang sehat. Masyarakat
China menerapkan pola hidup sehat dan umur panjang yang sangat baik. Dalam
tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, hal itu bisa dilihat ketika bersama
saat berolahraga. Para manula kuat untuk melakukan aktivitas olahraga.
Kebiasaan yang baik tersebut mereka lakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat
dan bugar meskipun mereka telah berusia lanjut.
Masyarakat kita memang tidak terbiasa
dengan berolahraga, bahkan olahraga yang murah dan mudah pun seperti berjalan
kaki sangat sulit untuk dilakukan orang Indonesia, dengan alasan sibuklah,
tidak ada waktu, malas dan berbagai macam alasan yang lain. Tanpa kita sadari, terkadang
kaki kita terlalu dimanjakan, kemanapun kita pergi selalu menggunakan kendaraan
bermotor dan cenderung tidak mau dengan berjalan kaki sekalipun ke tempat yang
dekat jaraknya. Kebiasaan untuk berjalan kaki kemanapun tidaklah biasa dilakukan
oleh masyarakat kita.
Budaya masyarakat China lebih suka berjalan
kaki kemanapun mereka pergi. Rata-rata orang China mobilitasnya sangat tinggi, terlihat
mereka jalannya cepat-cepat. Pernah terucap dari salah satu staff pengajar di
NAU, Ms. Chen Yi “Why are you walking slowly? Are you tired?”. Nona Chen Yi
bertanya dengan cara berjalan kita orang Indonesia yang cenderung santai dan
lambat? Apakah memang kebiasaan seperti itu atau karena capek? Ucap Ms. Chen
Yi dengan nada yang agak bingung dan
penuh tanya. Kita sampaikan bahwa cara berjalan orang Indonesia memang seperti
ini dan berbeda dengan orang-orang di China yang cenderung jalannya
cepat-cepat. Bagi mereka, dengan berjalan kaki membuat tubuh lebih sehat dan
bugar. Mereka beranggapan dengan tubuh yang sehat dan kuat secara tidak
langsung dapat mempengaruhi rata-rata usia hidup mereka.
Masyarakat Cina memang berkeinginan
untuk hidup lama dan sehat, mereka ingin mencontoh kura-kura yang dapat
mempunyai usia hingga ratusan tahun. Pada umumnya selain dengan olahraga mereka
juga suka meminum herbal tradisional berupa bunga, buah dan biji-bijian yang
dikeringkan. Ini menjadi kebiasaan dan terlihat dari minuman herbal dalam botol
tumblr yang dibawa oleh para dosen pengajar kami. Didalam masyarakat kita, memanfaatkan
minuman herbal dari buah, bunga atau biji-bijian yang dikeringkan belum begitu
familiar, walaupun ada sebagian kecil masyarakat yang sudah mulai mencoba mengkonsumsinya.
Kebiasaan baik tersebut dapat kita tiru,
bangsa kita yang besar memang terkenal karena rempah-rempah bahkan sejak
ratusan tahun yang lalu sehingga untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut
tidaklah sulit. Indonesia juga kaya dengan beraneka jenis tanaman, sehingga
kita pun sebenarnya dapat mendapatkannya dengan mudah.
Kesehatan mempengaruhi segala aktivitas
manusia, dengan sehat seseorang mampu melakukan kegiatan apapun sehingga akan
diperoleh sumberdaya manusia yang lebih produktif lagi untuk membangun negara.
Tampaknya falsafah hidup sehat dan umur panjang bisa juga kita terapkan di
Indonesia dengan menjaga tubuh melalui aktifitas olahraga dan meminum herbal
tradisional. Setiap bangsa memang mempunyai ciri dan keunikan kultur dan budaya
sendiri-sendiri.
Dari pengalaman saya selama sebulan
belajar di China, banyak pengalaman yang berharga yang saya dapatkan. Selain
belajar tentang keimuan biologi dan bagaimana sistem pendidikan yang baik yang
sudah dibentuk disana. Saya belajar tentang arti pentingnya menjaga kesehatan
tubuh melalui pola makan yang baik dan olahraga ringan seperti berjalan kaki.
Pastinya, hal positif ini akan menjadi pembelajaran saya untuk saya lakukan
nantinya di Indonesia.
Pesan yang bisa saya sampaikan segala sesuatu
yang positif dan baik dapat kita ambil dan bisa kita contoh, namun segala hal
yang kurang baik dapat kita jadikan pembelajaran dalam hidup untuk menjadikan
diri kita lebih baik lagi. “Jangan takut untuk bermimpi, tulislah mimpi-mimpi
itu dan tanamkan dalam hati, buktikan bahwa kalian bisa mewujudkan mimpi-mimpi
itu satu persatu”.
Jejak langkah saya sebagai guru desa ke negeri Tirai Bambu, China memberikan
pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup
saya. Terimakasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur,
Universitas Negeri Malang dan Nanjing Agricultural University atas program dan
kesempatan untuk melanjutkan studi S2 yang diberikan kepada saya sehingga bisa
berkarya dan memberikan yang terbaik untuk anak bangsa. Xièxiè
Foto Bersama di
Depan Kampus NAU, Weigang
Biografi:
Mohamad
Tofan Hanib. Lahir di Sampang, pada tanggal 15 September 1980. Anak pertama
dari pasangan Sucipto dan Siti Hanifah. Pendidikan Dasar dan Menengah ditempuh
di Kota Sampang. Untuk pendidikan S-1 ditempuh di Program Studi Pendidikan
Biologi Universitas Negeri Malang lulus pada tahun 2003.
Menempuh
Pendidikan Master melalui Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur
bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. Mengambil program studi
Pendidikan Biologi dan lulus pada tahun 2016. Pernah menempuh kuliah singkat
dalam program “Middle School Teacher
Training and Career Development Program for Developing Countries 2016” di
Nanjing Agricultural University, China
mulai tanggal 14 Mei – 14 Juni 2016.
Penulis
sebagai guru aktif di SMAN 1 Torjun sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang.
Bergabung dengan MGMP Biologi Kabupaten, Komunitas Guru Indonesia Provinsi Jawa
Timur, dan Komunitas Guru Mata Pelajaran Biologi Nasional. Selain itu aktif
sebagai tim Pembina dan Penilai Adiwiyata Kabupaten Sejak 2014 sampai dengan
sekarang.
Comments
Post a Comment